Sumber Daya & Penelitian

Topik Pilihan Seputar Pulau Bawean

7 LABORATORIUM ALAM PULAU BAWEAN

7 LABORATORIUM ALAM PULAU BAWEAN

Bawean, sebuah pulau di Laut Jawa merupakan pulau vulkanik dengan berbagai potensinya.

Eksotisme Bawean adalah pesona alamnya yang menakjubkan, sehingga pantas menjadi laboratorium lapangan terutama Energi dan Sumber Daya Mineral.

Mengapa, karena di pulau ini terdapat:

1.      Hamparan pasir kuarsa& Terumbu karang obyek penelitian sebagai bahan baku sel surya.

Keindahan terumbu karang dapat disaksikan dari atas perahu, dan juga ikan hias pada karang keras dan karang lunak tampak dengan jelas. Seluruh pantai P. Gili ditutupi oleh pasir kuarsa putih bersih. Selain itu pasir kuarsa ini dapat dijadikan obyek penelitian sebagai bahan baku sel surya

2.      Hutan bakau untuk kajian geowisata,

Mangrove di Pulau Bawean masih terpelihara dengan baik. Kesadaran masyarakat akan pentingnya hutan mangrove ditunjukkan dengan adanya budidaya mangrove. Salah satu pembudidaya mangrove bahkan mendapatkan penghargaan dari Presiden.

3.      Danau vulkanik dan Air Terjun untuk penelitian dan kajian (mikro/mini hidro)

Danau dan air terjun merupakan ciri khas daerah vulkanik di P. Bawean. Di bagian tengah P. Bawean atau di daerah puncak G. Munggu (533 meter), terdapat danau vulkanik yang luas dan dalam, penduduk  menyebut Danau Kestoba.

Adanya danau dan air terjun vulkanik di P. Bawean merupakan potensi untuk penelitian dan kajian (mikro/mini hidro)

4.      Batuan lava untuk kajian geologi,

Air terjun di Dusun Laccar, Desa Teluk Dalam Di bagian bawah air terjun, terdapat lava andesit, lava basal dan batuan piroklastik (tuf). Adanya singkapan tuf vulkanik tersebut menunjukkan adanya proses vulkanisme membentuk letusan yang berskala besar. Struktur geologi yang terdapat di P. Bawean pada umumnya adalah kekar/kelurusan dan Besar

5.      Rembesan minyak (oil seep) untuk kajian sistem migrasi migas,

Adanya rembesan minyak tersebut menunjukkan adanya proses migrasi aktif minyak dari batuan sumber ke arah reservoir, dan selanjutnya bergerak ke arah permukaan melalui struktur sesar atau rekahan. Kondisi ini membuktikan adanya sistem petroleum yang berkerja di sekitar P. Bawean, sehingga memperkuat dugaan bahwa cekungan yang terdapat di sekitar P. Bawean, termasuk Cekungan Pati dan prospek mengandung minyak dan gas bumi.

6.      Batugamping kristalin untuk kajian teknologi mineral.

Berdasarkan peta geologi tersebut, batuan tertua di P. Bawean adalah Batugamping Gelam, Batupasir Kepongan, Batuan Gunungapi Balibak dan alluvium. Batuan tertua yang yang tersingkap di P. Bawean adalah satuan Batugamping Gelam berumur Oligosen Akhir - Miosen


7.      Sumber air panas untuk kajian energi panas bumi untuk kajian energi baru terbarukan.

Potensi Panas Bumi Hasil pengamatan dan pengukuran di lapangan menunjukkan bahwa sumber mata air panas di P. Bawean memiliki suhu antara 40 - 50°C, berbau belerang dan sulfur yang menempel di dinding mata air.

 

sumber: http://www.litbang.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=749:pulau-bawean-sebagai-tempat-wisata-geologi-95-101&catid=174:geologi-sept-2012&Itemid=196


Kembali ke halaman sebelumnya